Strategi Pengembangan Vanili di Kabupaten Badung
Badung, 14 Juli 2025 - BRMP Bali berkunjung ke Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung dalam rangka koordinasi awal pelaksanaan kegiatan Pengembangan Vanili Tahun 2025. Kepala BRMP Bali, Dr. drh. I Made Rai Yasa, M.P. beserta tim disambut hangat oleh Kepala Bidang Perkebunan yang juga menjabat sebagai Plt. Sekretaris Dinas, Dr. Ir. Ni Luh Wayan Suparmi, M.M.A.
VANILI (Vanilla planifolia) merupakan salah satu rempah bernilai tinggi yang menjadi komoditas unggulan Indonesia. Tanaman Vanili pernah menjadi primadona di Kabupaten Badung. Bahkan, tanaman ini dijuluki emas hijau oleh masyarakat khususnya wilayah Badung Utara karna harganya yang cukup fantastis. Namun, budidaya vanili tersebut sempat vakum selama hampir 10 tahun akibat serangan penyakit busuk batang. Kabupaten Badung sebagai sentra Vanili di Bali berpotensi besar untuk kembali mendulang keemasan Vanili.
Sejak tahun 2023, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung berkolaborasi dengan BRMP Bali dalam pengembangan komoditas vanili di Kabupaten Badung. Berbagai strategi terus diupayakan antara lain penerapan praktik budidaya vanili terstandar, diseminasi penggunaan teknologi modern dan peningkatan kapasitas petani dalam budidaya vanili
Dalam arahannya Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung menyampaikan bahwa pada kegiatan tahun 2025 ini diharapkan tidak hanya sekedar pendampingan teknis rutin melainkan perlu adanya inspirasi strategi baru.
Merespon hal tersebut, Kepala BRMP Bali memaparkan bahwa akan ada terobosan baru pada pelaksanaan kegiatan tahun 2025, salah satu nya adalah inisiasi rantai pasar dan lebih berfokus pada perubahan sikap budidaya petani vanili. Pada pertemuan tersebut, Kepala BRMP Bali juga memaparkan hasil kegiatan pada tahun 2024 dan rencana kegiatan pada tahun 2025. (Anella)